Sejarah Omah Sinau



Omah Sinau salah satu program dari adanya keresahan teman-teman tentang pergaulan remaja yang semakin buruk. Berawal dari beberapa orang mengadakan rapat atau ngobrol-ngobrol santai dan saling menyampaikan aspirasi satu sama lain. Kemudian dari adanya perbincangan itu menggerakkan sekumpulan orang ini mengajak remaja-remaja lain untuk orang-orang di desa tercinta Wonokerto ini, Faktor kedua Urbanisasi karena banyaknya pemuda desa yang meninggalkan desa di usia produktif. Dari adanya insiden ini terbentuklah kegiatan yang bernama OMAH SINAU.


 
 Bimbel didirkan pada tahun 2016 , awalnya pada bulan januari mengadakan diskusi beberapa teman-teman omah sinau yang ingin bergerak untuk desa, melalui diskusi ini di sepakati di bentuklah bimbingan belajar (bimbel) sebagai jalan perjuangan, pada bulan febuari teman-teman omah sinau mulai bergerak ke tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa di wonokerto, setelah di rasa matang dan sesuai dengan tujuannya, maka pada tanggal 1 maret 2016 di deklarisakan bimbel untuk pertama kali.

 Berawal dari kegiatan bimbel yang sudah berjalan, teman-teman omah sinau berinisiatif untuk meningkatkan kapasitas diri, mengundang tokoh dari luar desa untuk mengisi kegiatan diskusi saat itu omah sinau mengundang mas antok seorang peneliti yang telah melakukan penelitiaan di Jogjakarta nah dari diskusi tersebut mas antok memberikan masukkan kepada teman-teman omah sinau untuk mendirikan Taman baca / Perpustakaan, kemudian di sepakati mendirikan Perpustakaan pada tahun 2017, setelah berjalan perpus berperan sebagai produksi pengetahuan



Pada akhir tahun 2017 teman- teman omah sinau perlu adanya unit usaha yang dapat di perjual belikan untuk menopang kegiatan di omah sinau, teman- teman omah sinau kemudian awalnya mengikuti kegiatan pembedayaan untuk pemuda, dibuatlah kerajinan dari kain flannel, membuat kaos desa wonokerto dan akhirnya menjadi Omah Sovenir.


 
14 September 2020 Sekolah Kampoeng mengadakan silaturahmi ke kediaman pak waris di tombo. Acara tersebut di ikuti seluruh anggota omah sinau, kegiatan secara spesifik bertujuan untuk membangun penguatan kompentensi Pendidikan sebagai proses mendapatkan ilmu yang luhur. Pada tanggal 18 September 2020 pertemuan perdana sekolah kampoeng bagi calon warga belajar. Berdirinya sekolah kampoeng merupakan salah satu bentuk ikhtiar menyelenggarakan proses Pendidikan berbasis desa dimana prosesnya dilaksanakan dari, oleh dan untuk masyarakat desa.



Melihat potensi pisang di bandar khususnya wonokerto, melihat peluang itu, teman2 perpustakaan berinisiatif untuk mengolah pisang menjadi prodak yang lebih menarik dan memiliki nilai yang lebih sehingga bisa bersaing di pasaran. Prodak omah gehdang adalah keripik rasa-rasa, keripik bonggol, keripik pelepah pisang, keripik kulit pisang dan es jelli pisang. Kripik pisang rasa-rasa menjadi produk yang konsisten di produksi dan diterima dengan baik oleh pasar.

Penulis : Slamet Nur Khamid

0 Response to "Sejarah Omah Sinau "

Posting Komentar